f ' Mahasiswa KPM Kelompok 66 UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo Isi MPLS di SDN Bondrang 1, Tanamkan Budaya Anti-Bullying dan Gemar Menabung Sejak Dini ~ Inspirasi Pendidikan

Rabu, 22 Juli 2026

Mahasiswa KPM Kelompok 66 UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo Isi MPLS di SDN Bondrang 1, Tanamkan Budaya Anti-Bullying dan Gemar Menabung Sejak Dini

 

Foto bersama Siswa, Guru dan Mahasiswa KPM Kelompok 66

inspirasipendidikan.com – Komitmen mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo dalam mendukung penguatan pendidikan di sekolah dasar diwujudkan melalui partisipasi aktif pada kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Bondrang 1, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, yang berlangsung pada 14-15 Juli 2026 dan dilanjutkan tanggal 18 Juli 2026.

Kegiatan yang menjadi bagian dari program kerja Bidang Pendidikan Kelompok 66 KPM ini menghadirkan mahasiswa sebagai narasumber dan fasilitator pembelajaran bagi peserta didik baru. Dibawah bimbingan DPL Dr. Hariyanto, M.Pd, Kelompok 66 mengusung konsep pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, mahasiswa menyampaikan dua materi yang sangat dekat dengan kehidupan anak-anak, yakni Pencegahan Bullying di Lingkungan Sekolah dan Gemar Menabung Sejak Dini.

Ketua Kelompok 66 KPM, Ridho Nurrohman, menjelaskan bahwa kedua tema tersebut dipilih berdasarkan kebutuhan sekolah sekaligus sebagai upaya membangun karakter peserta didik sejak usia dini.

Suasana antusias dalam kegiatan MPLS bersama mahasiswa KPM 66

"Sekolah bukan hanya tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat membentuk karakter. Karena itu kami ingin anak-anak memahami pentingnya saling menghargai teman dan membiasakan hidup hemat melalui budaya menabung," ujarnya.

Materi mengenai anti-bullying dikemas secara sederhana melalui cerita, simulasi, diskusi ringan, serta permainan edukatif yang mengajak siswa mengenali bentuk-bentuk perundungan, dampaknya terhadap korban, dan cara menjadi teman yang baik. Sementara itu, materi gemar menabung memperkenalkan pentingnya mengelola uang sejak dini, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menanamkan kebiasaan menyisihkan sebagian uang saku untuk masa depan.

Berbeda dari metode ceramah konvensional, mahasiswa menghadirkan pembelajaran yang komunikatif melalui ice breaking, permainan kelompok, kuis interaktif, hingga pemberian hadiah sederhana bagi siswa yang aktif berpartisipasi. Suasana kelas pun berlangsung meriah dengan gelak tawa, tepuk tangan, dan antusiasme siswa yang terus terlibat dalam setiap sesi.

Unjuk kreativitas para siswa SDN Bondrang 1

Pada hari pertama, kegiatan dipandu oleh Ridho Nurrohman, Fadhillah Shinta, Zulfa Zakiyyah, Huda Nurrohman, Arin, dan Pinchi Septian. Sementara pada hari kedua, sesi pembelajaran dilanjutkan oleh Moch. Rifa'i, Ervina Pranindita, Arwinda Ilma, Rina Setiana, Latifa Syarafina, Zilda Hidayatul, Shahida, dan Alfi Lailatul Badriyah. Pada hari ketiga, yaitu tanggal 18 Juli 2026 diisi dengan berbagai lomba yang edukatif dan menarik.

Kepala SDN Bondrang 1, Ni’mal Mafiroh, S.Pd  menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KPM dalam menyukseskan kegiatan MPLS tahun ini. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan mahasiswa mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus memberikan nilai-nilai pendidikan karakter kepada peserta didik.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang luar biasa dari mahasiswa Kelompok 66 KPM. Topik yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan anak-anak saat ini, dan cara penyampaiannya begitu menarik. Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan."

Melihat semangat dan kemampuan mahasiswa dalam berinteraksi dengan siswa, pihak sekolah juga berharap kerja sama tidak berhenti pada kegiatan MPLS. Kepala sekolah meminta mahasiswa KPM untuk turut membantu proses pembelajaran selama masa pengabdian,

Menanggapi permintaan tersebut, Ketua Kelompok 66, Ridho, menyatakan kesiapan seluruh anggota kelompok untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Mahasiswa KPM Kelompok 66 berpose di depan SDN Bondrang1
"Kami siap membantu sekolah selama pelaksanaan KPM. Selain menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, kami berharap kehadiran mahasiswa juga dapat memberikan energi baru bagi proses pembelajaran sekaligus ikut memperkenalkan SDN Bondrang 1 kepada masyarakat sebagai sekolah yang terus berkembang dan memiliki kualitas yang baik."

Bagi para mahasiswa, pengalaman mengajar secara langsung memberikan pembelajaran yang tidak diperoleh di ruang kuliah. Mereka belajar memahami karakter peserta didik, mengelola kelas, serta membangun komunikasi yang efektif dengan anak-anak sekolah dasar.

Fadhillah Shinta, salah satu mahasiswa peserta KPM, mengungkapkan bahwa antusiasme siswa menjadi motivasi tersendiri selama menyampaikan materi.

"Awalnya kami sempat khawatir anak-anak akan cepat bosan. Namun ternyata mereka sangat aktif bertanya, berani menjawab, bahkan ikut berbagi pengalaman. Rasanya menyenangkan ketika melihat mereka belajar sambil tertawa."

Hal serupa disampaikan Ervina Pranindita yang bertugas pada hari kedua.

"Kegiatan ini membuat kami sadar bahwa menjadi pendidik bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang berkesan bagi peserta didik."

Antusiasme juga datang dari para siswa. merekamengaku senang mengikuti kegiatan karena penyampaian materi tidak membosankan.

"Kakak-kakaknya baik. Belajarnya sambil main game, jadi seru. Sekarang aku tahu kalau mengejek teman itu tidak boleh."

Sementara itu, salah seorang siswi yang lain juga mengaku mulai termotivasi untuk rajin menabung.

"Aku mau mulai menabung supaya nanti bisa membeli barang yang aku butuhkan sendiri. Ternyata menabung itu penting."

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kehadiran mahasiswa KPM tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga membangun ruang belajar yang inspiratif dan menyenangkan bagi peserta didik. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar diharapkan mampu memperkuat pendidikan karakter, meningkatkan literasi keuangan sejak dini, serta menumbuhkan budaya sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan.

Keceriaan siswa siswi dalam game yang menyenangkan

Melalui pengabdian yang menyentuh langsung dunia pendidikan, mahasiswa UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo kembali menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan akan memiliki makna ketika hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat. Alfi, salah seorang mahasiswi dari kelompok 66 menegaskan “Pendidikan terbaik bukan hanya membuat anak menjadi pintar, tetapi juga menjadikan mereka tumbuh sebagai manusia yang berkarakter.” Senada dengan itu, Zilda menyatakan bahwa ketika mahasiswa hadir di tengah masyarakat, ilmu pengetahuan berubah menjadi aksi, dan pengabdian menjadi jembatan menuju perubahan. (Hary_23/72026)

0 comments:

Posting Komentar