f ' Juli 2026 ~ Inspirasi Pendidikan

Inspirasi Pendidikan untuk Indonesia

Pendidikan bukan cuma pergi ke sekolah dan mendapatkan gelar. Tapi, juga soal memperluas pengetahuan dan menyerap ilmu kehidupan.

Bersama Bergerak dan Menggerakkan pendidikan

Kurang cerdas bisa diperbaiki dengan belajar. Kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun tidak jujur itu sulit diperbaiki (Bung Hatta)

Berbagi informasi dan Inspirasi

Tinggikan dirimu, tapi tetapkan rendahkan hatimu. Karena rendah diri hanya dimiliki orang yang tidak percaya diri.

Mari berbagi informasi dan Inspirasi

Hanya orang yang tepat yang bisa menilai seberapa tepat kamu berada di suatu tempat.

Mari Berbagi informasi dan menginspirasi untuk negeri

Puncak tertinggi dari segala usaha yang dilakukan adalah kepasrahan.

Senin, 13 Juli 2026

KPM UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo Resmi Dibuka di Desa Bondrang; Mahasiswa Siap Wujudkan Program Pengabdian Berbasis Kebutuhan Masyarakat

 

inspirasipendidikan.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo secara resmi membuka kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tahun 2026 di Desa Bondrang, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada Senin (13/7/2026). Bertempat di Kantor Desa Bondrang, kegiatan pembukaan berlangsung khidmat dan penuh semangat kolaborasi sebagai langkah awal sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan pengabdian yang berdampak nyata.

Acara pembukaan dihadiri oleh Kepala Desa Bondrang, Baru Pria Sukaca, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Larno, beserta perangkat desa. Dari pihak kampus hadir Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Hariyanto, M.Pd. dan Septiyan Huda Fuadi, M.E., Sy., bersama seluruh mahasiswa peserta KPM yang akan melaksanakan pengabdian selama beberapa pekan ke depan.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Bondrang, Baru Pria Sukaca, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Desa Bondrang sebagai lokasi pelaksanaan KPM UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Ia berharap kehadiran mahasiswa mampu menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam mendukung berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami menyambut dengan penuh sukacita kehadiran mahasiswa KPM di Desa Bondrang. Semoga mereka dapat berbaur dengan masyarakat, memahami kondisi riil desa, serta menghadirkan inovasi dan solusi yang bermanfaat bagi kemajuan desa,” ungkapnya.

Sementara itu, Septiyan Huda Fuadi, M.E., Sy., selaku Dosen Pembimbing Lapangan, menegaskan bahwa Kuliah Pengabdian Masyarakat merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai teori, tetapi juga mampu menerapkan ilmu pengetahuan melalui program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“KPM menjadi ruang belajar yang sesungguhnya bagi mahasiswa. Mereka akan belajar berinteraksi dengan masyarakat, memetakan potensi dan permasalahan desa, serta merancang program yang memberikan manfaat nyata. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menjaga etika, membangun komunikasi yang baik, serta menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat,” jelasnya.

Hal senada disampaikan oleh Dr. Hariyanto. M.Pd, yang mengajak seluruh peserta KPM untuk menjaga nama baik almamater serta menjadikan pengabdian sebagai media pembelajaran yang memperkuat kompetensi akademik, sosial, dan kepemimpinan.

Pada pelaksanaan KPM di Desa Bondrang, mahasiswa dibagi menjadi dua kelompok yang ditempatkan di beberapa dusun agar pelaksanaan program lebih efektif dan menjangkau masyarakat secara luas.

Kelompok 66 terdiri atas 15 mahasiswa yang berada di bawah bimbingan Dr. Hariyanto, M.Pd. Kelompok ini menempati dua posko, yaitu Posko Mahasiswi di Dukuh Tengah dan Posko Mahasiswa di Dukuh Jotangan. Sementara itu, Kelompok 67 juga beranggotakan 15 mahasiswa/mahasiswi yang berposko di Dukuh Pethak di bawah pendampingan Septiyan Huda Fuadi, M.E., Sy.

Pembagian kelompok tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan program kerja, memperkuat pendampingan kepada masyarakat, sekaligus mempermudah koordinasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan dosen pembimbing lapangan.

Usai mengikuti acara pembukaan di Kantor Desa Bondrang, Kelompok 66 langsung menggelar rapat koordinasi internal di Posko Mahasiswa Dukuh Jotangan. Rapat tersebut membahas tindak lanjut hasil analisis kebutuhan masyarakat yang telah dilakukan sebelumnya, penyusunan skala prioritas program kerja, pembagian tugas antar anggota, serta strategi teknis implementasi program pengabdian selama masa KPM.

Koordinasi ini menjadi langkah awal untuk memastikan setiap program yang akan dilaksanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Bondrang serta dapat diimplementasikan secara terencana, kolaboratif, dan berkelanjutan. Melalui pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat (needs assessment), dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kehidupan masyarakat desa.

Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, pelaksanaan KPM UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo di Desa Bondrang diharapkan menjadi wadah pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa sekaligus memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mewujudkan pembangunan masyarakat yang partisipatif, inovatif, dan berkelanjutan. (HR/13/7/26)