inspirasipendidikan.com – Universitas
Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo secara resmi membuka
kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tahun 2026 di Desa Bondrang,
Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada Senin (13/7/2026).
Bertempat di Kantor Desa Bondrang, kegiatan pembukaan berlangsung khidmat dan
penuh semangat kolaborasi sebagai langkah awal sinergi antara perguruan tinggi,
pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan pengabdian yang berdampak
nyata.
Acara
pembukaan dihadiri oleh Kepala Desa Bondrang, Baru Pria Sukaca, Ketua Badan
Permusyawaratan Desa (BPD), Larno, beserta perangkat desa. Dari pihak kampus
hadir Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Hariyanto, M.Pd. dan Septiyan
Huda Fuadi, M.E., Sy., bersama seluruh mahasiswa peserta KPM yang akan
melaksanakan pengabdian selama beberapa pekan ke depan.
Dalam
sambutannya, Kepala Desa Bondrang, Baru Pria Sukaca, menyampaikan apresiasi
atas kepercayaan yang diberikan kepada Desa Bondrang sebagai lokasi pelaksanaan
KPM UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Ia berharap kehadiran mahasiswa
mampu menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam mendukung berbagai program
pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami
menyambut dengan penuh sukacita kehadiran mahasiswa KPM di Desa Bondrang.
Semoga mereka dapat berbaur dengan masyarakat, memahami kondisi riil desa,
serta menghadirkan inovasi dan solusi yang bermanfaat bagi kemajuan desa,”
ungkapnya.
Sementara
itu, Septiyan Huda Fuadi, M.E., Sy., selaku Dosen Pembimbing Lapangan,
menegaskan bahwa Kuliah Pengabdian Masyarakat merupakan implementasi nyata dari
Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada
masyarakat. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai teori, tetapi
juga mampu menerapkan ilmu pengetahuan melalui program-program yang relevan
dengan kebutuhan masyarakat.
“KPM
menjadi ruang belajar yang sesungguhnya bagi mahasiswa. Mereka akan belajar
berinteraksi dengan masyarakat, memetakan potensi dan permasalahan desa, serta
merancang program yang memberikan manfaat nyata. Oleh karena itu, mahasiswa
diharapkan mampu menjaga etika, membangun komunikasi yang baik, serta menjadi
bagian dari solusi bagi masyarakat,” jelasnya.
Hal
senada disampaikan oleh Dr. Hariyanto. M.Pd, yang mengajak seluruh peserta KPM
untuk menjaga nama baik almamater serta menjadikan pengabdian sebagai media
pembelajaran yang memperkuat kompetensi akademik, sosial, dan kepemimpinan.
Pada
pelaksanaan KPM di Desa Bondrang, mahasiswa dibagi menjadi dua kelompok yang
ditempatkan di beberapa dusun agar pelaksanaan program lebih efektif dan
menjangkau masyarakat secara luas.
Kelompok
66 terdiri atas 15 mahasiswa yang berada di bawah bimbingan Dr. Hariyanto,
M.Pd. Kelompok ini menempati dua posko, yaitu Posko Mahasiswi di Dukuh Tengah
dan Posko Mahasiswa di Dukuh Jotangan. Sementara itu, Kelompok 67 juga
beranggotakan 15 mahasiswa/mahasiswi yang berposko di Dukuh Pethak di bawah
pendampingan Septiyan Huda Fuadi, M.E., Sy.
Pembagian
kelompok tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan program
kerja, memperkuat pendampingan kepada masyarakat, sekaligus mempermudah
koordinasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan dosen pembimbing lapangan.
Usai
mengikuti acara pembukaan di Kantor Desa Bondrang, Kelompok 66 langsung
menggelar rapat koordinasi internal di Posko Mahasiswa Dukuh Jotangan. Rapat
tersebut membahas tindak lanjut hasil analisis kebutuhan masyarakat yang telah
dilakukan sebelumnya, penyusunan skala prioritas program kerja, pembagian tugas
antar anggota, serta strategi teknis implementasi program pengabdian selama
masa KPM.
Koordinasi
ini menjadi langkah awal untuk memastikan setiap program yang akan dilaksanakan
benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Bondrang serta dapat
diimplementasikan secara terencana, kolaboratif, dan berkelanjutan. Melalui
pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat (needs assessment), dengan
pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) mahasiswa diharapkan
mampu menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga
memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kehidupan masyarakat desa.
Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, pelaksanaan KPM UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo di Desa Bondrang diharapkan menjadi wadah pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa sekaligus memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mewujudkan pembangunan masyarakat yang partisipatif, inovatif, dan berkelanjutan. (HR/13/7/26)






.jpg)





.jpeg)

