--------
* Penulis adalah dosen FTIK di UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
f '
Berbagi Inspirasi dan informasi pendidikan
Pendidikan bukan cuma pergi ke sekolah dan mendapatkan gelar. Tapi, juga soal memperluas pengetahuan dan menyerap ilmu kehidupan.
Kurang cerdas bisa diperbaiki dengan belajar. Kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun tidak jujur itu sulit diperbaiki (Bung Hatta)
Tinggikan dirimu, tapi tetapkan rendahkan hatimu. Karena rendah diri hanya dimiliki orang yang tidak percaya diri.
Hanya orang yang tepat yang bisa menilai seberapa tepat kamu berada di suatu tempat.
Puncak tertinggi dari segala usaha yang dilakukan adalah kepasrahan.
--------
* Penulis adalah dosen FTIK di UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
inspirasipendidikan.com_ Sahabat Inspirasi Pendidikan, kali ini kami akan berbagi satu naskah lomba pidato dengan tema pentingnya beraklaqul karimah bagi seorang pelajar. Tentu saja tema seperti ini sering dijumpai pada waktu pembaca akan mengikuti lomba pidato. Naskah pidato ini bisa digunakan dan diperkirakan waktunya tidak lebih dari 7 menit. Perhatikan betul tempo, ekspresi, intonasi, artikulasi dan tentu saja kepercayaan diri anda saat membawakan pidato ini. selamat mencoba dan teruslah berlatih sampai anda berhasil menjadi seorang orator yang hebat.
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ
وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ
وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ
yang
saya hormati Dewan juri, dan
Hadirin
Rohimakumulloh.
Pertama-tama
marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, yang telah
memberikan nikmat kepada kita, dari nikmat yang paling kecil, sampai nikmat
yang paling besar, yaitu nikmat Iman dan Islam. Apa bukti kenikmatan itu?
sampai detik ini kita tetap diberi keimanan dan secara istiqomah menjalankan
perintah Alloh dalam Al Qur’an dan ajaran Rasulullah melalui Al Hadits.
Sholawat
beserta salam marilah kita haturkan kepada junjungan kita, Baginda Nabi
Muhammad SAW.
Hadirin
Rohimakumulloh,
Dewan
Juri yang terhormat,
Dalam
kesempatan yang berbahagia ini, saya akan menyampaikan pidato dengan judul “Pentingnya
berAkhlaqul Karimah Bagi Seorang Pelajar”
Bapak
Ibu, teman-teman sekalian, Akhir-akhir ini kita mendengar berita anak-anak yang
menjadi korban bully di sekolah.Tahu bully kan? Ya…itu bahasa
Indonesianya Perundungan, yaitu sebuah perbuatan yang tidak menyenangkan
seperti mengucilkan, menindas, menyusahkan orang lain dan berpotensi dilakukan
berulang-ulang. Teman-teman pernah jadi korban bully di sekolah? Pernah membully?
Astaghfirulloh, sesungguhnya bully ini adalah perbuatan yang tidak
terpuji. Tentu saja perbuatan ini sangat dilarang oleh agama Islam. Sebagai
pelajar kita tidak boleh melakukan perbuatan itu.
Sebagai
pelajar Islam sudah seharusnya kita mencontoh Akhlaqul karimah yang
dipraktekkan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Al Qur’an secara
tegas menerangkan:
لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ
فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ
ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًا
Artinya: Sesungguhnya
telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi
orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak
menyebut Allah.
Hadirin yang berbahagia,
lantas contoh aklaqul karimah yang seperti apa yang seharusnya dilakukan oleh
para pelajar?
Yang pertama, Akhlaq
kepada Alloh SWT, apa maksudnya? Sebagai makhluk kita tidak boleh menyekutukan
Alloh SWT, harus menjalankan peritahNya dan menjauhi laranganNya.
Yang kedua, Akhlaq kepada
guru dan orang tua. Kita harus menghormati, berbakti kepada guru dan orang tua,
menuruti semua nasehat-nasehatnya. InsyaAlloh keberkahan dan ridho dari
beliau-beliau itu akan menjadi pintu pembuka untuk masa depan kita yang lebih
baik.
Yang ketiga adalah Akhlaq
terhadap ilmu pengetahuan, bahwa semua ilmu pengetahuan yang kita miliki harus
bermanfaat untuk semua manusia, dan semua makhluk Alloh.
Dewan
juri dan hadirin Rohimakumulloh,
Demikianlah
yang bisa saya sampaikan. Semoga
sebagai pelajar kita dapat memiliki dan mempraktekkan aklaqul karimah. Akhlaq yang terpuji sesuai
tuntunan rasulullah.
Saya
tutup pidato ini dengan pantun:
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Oleh: Dr. Hariyanto, M.Pd
Era digital yang serba cepat dan kompleks ini, peran
guru Bimbingan dan Konseling (BK) menjadi semakin penting namun juga semakin
menantang. Perkembangan teknologi informasi yang pesat tidak hanya memengaruhi
cara siswa belajar, tetapi juga memengaruhi dinamika psikososial mereka. Dalam
konteks ini, muncul harapan baru dari siswa: sosok guru BK yang tidak hanya
tegas dalam menegakkan aturan, tetapi juga bersahabat dan empatik dalam
mendampingi mereka melewati fase-fase sulit kehidupan remaja.
Sayangnya, persepsi negatif terhadap guru BK masih cukup
kuat di kalangan siswa. Banyak yang menganggap guru BK sebagai "polisi
sekolah" yang tugasnya hanya menghukum atau mencari kesalahan. Hal ini
tidak terlepas dari pendekatan yang terlalu represif dan kurang humanis yang
masih sering dijumpai di sejumlah sekolah. Contohnya, praktik razia HP tanpa
izin atau penyitaan barang pribadi tanpa prosedur yang jelas sering kali
menimbulkan trauma dan hilangnya kepercayaan siswa.
Lebih jauh, praktik razia HP dan membuka isi percakapan
pribadi siswa tanpa izin dapat melanggar prinsip dasar hak asasi manusia,
termasuk hak atas privasi sebagaimana diatur dalam Pasal 28G UUD 1945 dan
diperkuat oleh Pasal 26 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan
Transaksi Elektronik (UU ITE). Dalam UU ITE, data pribadi dilindungi secara
hukum, dan penyebaran maupun pengaksesan informasi pribadi tanpa izin dapat
dipidana. Oleh karena itu, guru BK harus memahami bahwa niat baik sekalipun
tidak membenarkan pelanggaran privasi siswa. Tanpa persetujuan tertulis atau
dasar hukum yang kuat, praktik seperti membuka isi chat pribadi adalah bentuk
pelanggaran hukum dan etika profesi.
Padahal, fungsi utama guru BK adalah membantu siswa
memahami diri, mengatasi masalah, dan berkembang secara optimal, baik secara
akademik, sosial, maupun emosional. Untuk itu, dibutuhkan pendekatan yang lebih
adaptif dan relevan dengan zaman. Guru BK harus mampu menjembatani antara
ketegasan dalam menegakkan norma dan sikap bersahabat yang membangun hubungan
emosional yang sehat dengan siswa. Harus diingat bahwa Pelayanan bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu individu
menemukan dan mengembangkan potensi dirinya, memiliki sikap dan kebiasaan
belajar yang efektif, mengenal dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya, dan
merencanakan pilihan karir dan kehidupannya di masa depan.Tujuan mulya
tersebut hendaknya dilakukan juga dengan cara yang tepat.
Hasil penelitian oleh Sari & Permana (2020) menunjukkan
bahwa siswa lebih terbuka dan merasa nyaman berkonsultasi apabila guru BK
menunjukkan sikap empatik, tidak menghakimi, dan bersedia mendengarkan secara
aktif. Penelitian lain oleh Hidayati (2021) juga menegaskan bahwa pendekatan
konseling yang humanistik dan non-represif meningkatkan efektivitas layanan
konseling hingga 73% dibandingkan pendekatan tradisional yang kaku dan
otoriter. Dalam praktik nyata hampir bisa dipastikan hanya sedikit sekali siswa
yang sukarela datang ke ruang BK untuk konseling, berbicara dari hati ke hati
dengan guru BK mengenai permasalahan pribadi, permasalahan yang terkait dengan
sekolah, dan pengembangan karir. Justru mereka datang karena dipanggil guru BK.
Sikap tegas bukan berarti keras atau otoriter, melainkan
konsisten dalam nilai dan aturan yang disepakati bersama. Sementara sikap
bersahabat mencerminkan empati, keterbukaan, dan kesediaan untuk mendengarkan
tanpa menghakimi. Dalam kombinasi ini, siswa akan merasa aman sekaligus
dihargai sebagai individu yang memiliki suara dan masalah yang layak didengar.
Era digital juga menuntut guru BK untuk melek teknologi.
Menggunakan media sosial, platform konseling daring, dan pendekatan digital
lainnya dapat menjadi sarana yang efektif untuk membangun kedekatan dengan
siswa. Guru BK yang memahami bahasa digital dan tantangan dunia maya yang
dihadapi siswa akan lebih relevan dan diterima.
Akhirnya, harapan siswa terhadap guru BK di era digital
sangat jelas: mereka menginginkan sosok yang bisa menjadi pendengar setia,
pembimbing bijak, dan mitra yang bisa dipercaya. Ketegasan tetap diperlukan,
tetapi harus dibalut dengan sikap humanis yang penuh empati. Dengan begitu,
ruang BK akan berubah dari tempat yang ditakuti menjadi tempat yang dicari
ketika siswa butuh pertolongan.
Transformasi ini hanya mungkin terjadi jika guru BK
bersedia merefleksikan ulang peran dan pendekatannya. Kepala sekolah juga
memiliki peran strategis dalam menciptakan budaya sekolah yang mendukung fungsi
konseling yang sehat dan efektif. Kepala sekolah harus memberikan pelatihan
berkelanjutan bagi guru BK agar dapat mengembangkan pendekatan yang lebih
empatik, berbasis data, dan sesuai etika profesi. Selain itu, penting bagi
kepala sekolah untuk membentuk kebijakan sekolah yang melindungi hak-hak siswa,
termasuk privasi digital mereka.
Kepala sekolah juga dapat memfasilitasi forum komunikasi
antara siswa dan guru BK, misalnya dalam bentuk survei kepuasan layanan BK atau
dialog terbuka untuk mendengarkan aspirasi siswa. Dengan demikian, siswa merasa
dilibatkan dan dihargai, sementara guru BK memperoleh masukan berharga untuk
memperbaiki pendekatan mereka. Langkah-langkah ini akan memperkuat citra guru
BK sebagai mitra pengembangan potensi siswa, bukan sekadar penegak disiplin. Di
antara ketegasan dan kehangatan, di situlah terletak kekuatan sejati seorang
guru BK masa kini.
Daftar Pustaka:
Hidayati, R. (2021). Efektivitas
Pendekatan Humanistik dalam Layanan Bimbingan Konseling di Sekolah Menengah.
Jurnal Konseling Pendidikan, 9(2), 112–120.
Sari, M., & Permana, A. (2020). Persepsi
Siswa terhadap Sikap Empatik Guru BK dan Dampaknya pada Keterbukaan Konseling.
Jurnal Psikologi dan Konseling, 8(1), 45–53.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang
Informasi dan Transaksi Elektronik.
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 28G.
---------
* Penulis adalah dosen FTIK di UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
Oleh: Shakayala
Adzkiya El Queena H.
inspirasipendidikan.com_
Salam Inspirasi untuk sahabat inspirasi pendidikan, pada kesempatan kali ini
kami akan membagikan sebuah cerita yang pastinya akan memberikan motivasi bagi
pembaca inspirasi pendidikan. begini ceritanya:
Hari minggu identik
dengan hari keluarga, ya.. paling tidak begitulah bagi sebagian warga yang
tinggal di kompleks perumahan saya. Tinggal di kompleks perumahan yang warganya
jarang bertatap muka, ini karena aktivitas rutin merekamulai pagi jam 07.00 sudah berangkat kerja dan
pulang rata-rata jam 17.00. capek sepulang kerja, langsung istirahat di rumah,
bercengkerama dengan anggota keluarga masing-masing. Jika bisa sekedar ngobrol
itupun karena kebetulan bertemu di depan rumah. Disadari atau tidak bahwa kami
sudah terjebak dalam individualism. Tapi.. ada untungnya juga sih.. jadi jarang
bergosip ria bagi emak-emak yang tinggal di kompleks perumahan kami. Hari
minggu pun biasanya mereka family time, menghabiskan waktu bersama
keluarga, ada yang sekedar jogging bareng, kuliner atau pergi ke tempat wisata.
Berbeda dengan
keluarga yang lain, hari minggu itu saya dan keluarga tidak pergi kemana-mana.
Bunda mengerjakan tugas dinasnya di dapur menyiapkan makanan dan minuman hangat
untuk sarapan pagi, aku dan adik berberes rumah, dan mempersiapkan segala
sesuatunya untuk sekolah hari senin, sedangkan ayah tengah sibuk membersihkan
mobilnya, dan seperti biasa service-service ringan akan dilakukannya sendiri.
“Ayah kok serius banget
sih,, dari tadi aku perhatikan sampai masuk di kolong mobil, ada yang rusak
yah?” tanyaku mengagetkan Ayah yang tengah fokus dengan memeriksa mesin mobil.
Di keningnya terpasang senter kepala, layaknya montir professional.
“ ini lho.. ada
suara bergetar kalau mesin dinyalakan, Ayah khawatir ada sesuatu yang salah. Kan
bisa bahaya apalagi kalau kita pakai perjalanan jauh ke luar kota.” Jawab ayah
santai.
“Hmm.. mau
dibuatin minuman hangat nggak Yah?” Lanjutku menawarkan bantuan
“Ok, ide bagus
itu, Ayah dibuatin Teh hangat saja ya..” jawabnya sampil mengacungkan jempol.
Segera aku
bergegas ke dapur untuk membuatkan secangkir teh hangat dan roti bakar, untuk
ganjal perut ayah yang aku yakin pasti lapar karena dari pagi belum sarapan.
“Alhamdulillah…
putri Ayah memang sholihah, dan pandai.” Jawab Ayah sesaat setelah melihat aku
membawa nampan berisi air minum hangat.
Aku pun tersipu
malu, tapi aku suka pujian Ayah. Biasanya sih.. kalau begini bakalan dapat
bonus hadiah. He..he.. he..
“Sudah
ketemu problemnya Yah?” tanyaku menyelidik sambil lihat-lihat mesin mobil Avanza kami yang sudah dimakan usia.
“Sudah, lha ini..
lihatlah.. hanya ada 2 sekrup kecil tapi sudah merepotkan carinya.” Jawab Ayah
sambil menunjukkan 2 sekrup kecil yang sudah berwarna coklat berkarat.
“Kenapa gak
dibuang saja Yah?” tanyaku polos
“sudah Ayah ganti
yang baru tadi. Jadi sudah beres, insyaAllah aman.” Jawab Ayah seraya meminum teh
hangat buatanku.
“Oiya kak.. tahu
nggak bahwa gara-gara sekrup kecil saja bisa membuat banyak orang celaka. Mesin
mobil rusak dan merembet kemana-mana, jika tidak ketahuan atau diabaikan saja,
maka bisa membahayakan penumpang mobil.” Lanjut Ayah membuka pembicaraan.
“Memang sampai
begitunya Yah?” tanyaku keheranan.
“ya pasti donk, dan
tidak itu tidak hanya kendaraan roda empat, roda dua, bahkan kapal laut dan
pesawat pun harus teliti dan detail. Jika tidak maka bisa mengakibatkan
kecelakaan dan menewaskan orang banyak.” Lanjut Ayah.
Aku hanya mengangguk
angguk saja, mencoba memahami arah pembicaraan Ayah. Karena biasanya pasti ada
sesuatu yang akan disampaikan Ayah, sehingga ada hikmah dan manfaat dari setiap
penjelasannya.
“Bagaimana kalau
di kehidupan bermasyarakat, apakah sekrup itu bisa dianalogikan sesuatu?”
tanyaku lebih serius.
Ayah tersenyum,
dan melanjutkan penjelasannya. “ Tentu saja ada, dalam setiap organisasi,
sekolah, madrasah, perguruan tinggi, organisasi pemerintahan desa sampai pusat. Semua
adalah sistem dengan sub sistem yang kompleks. Salah satu sub sistem yang
sangat berperan penting adalah pegawai atau karyawannya.”
“Kok bisa yah?”
tanyaku nyantai meminta penjelasan lebih lanjut.
“Ya, Karyawan itu
ibarat sekrup-sekrup atau mur yang ada di mesin mobil. Masing-masing memiliki
fungsi yang berarti. Bila salah satu diabaikan, tidak ada perawatan, kita
anggap sepele meskipun sudah kendor, tidak dikencangkan lagi, maka akan
membahayakan mobil itu, tentunya membahayakan penggunanya juga. Jika ada
pegawai atau karyawan dianggap tidak penting, disia-siakan, diabaikan
kompetensi yang dimiliki, maka tinggal menunggu waktu saja organisasi itu akan
bubar.” Jelas Ayah bersemangat.
“ Yang salah
siapa, kalau begitu Yah?” tanyaku menyelidik.
“Yang salah tentu
pimpinannya, yang tidak memiliki kemampuan untuk menjadi seorang pemimpin yang
baik, mengayomi dan memberdayakan aset-aset yang dimiliki. Disinilah
pentingnya manajemen Sumber Daya Manusia dikuasai dan diimplementasikan dengan
bijaksana. Manusia bukanlah sekrup atau mesin, tetapi tentu lebih rumit lagi
karena manusia memiliki perasaan, akal, dan hal-hal lainnya yang lebih
kompleks. Karena itu kelak jika kamu diberi amanah menjadi pemimpin di level
manapun, harus benar-benar perhatikan sisi kemanusiaan dari karyawan atau
pegawaimu. Perhatikan kesejahteraan mereka, sehingga mereka akan secara suka
rela menginvestasikan waktu dan kemampuannya sepenuhnya untuk
instansi, institusi atau organiasi yang kamu pimpin.” Jawab Ayah panjang lebar.
“Siap..
Yah, terima kasih. Ini hari minggu kok masih dapat kuliah gratis ya..he..he..”
Gurauku menutup pembicaraan kami.
_____
*
Penulis
adalah siswi kelas VIII MTsN 2 Ponorogo
Judul tersebut seolah tendensius mengarah kepada anak-anak usia sekolah yang banyak membaca novel, akibatnya terdapat stigmatisasi mereka cenderung tidak menjadi anak yang pintar atau berprestasi. Dalam keseharian kita sering kita dapatkan orang tua yang masih memiliki persepsi negative terhadap karya sastra seperti novel, cerpen dll. Karena dianggapnya hanya mengganggu pelajaran. Anak akan lebih malas membaca pelajaran dan hanyut dalam imajinasi yang dibawa dalam alur cerita novel atau cerpen tersebut. Anak yang diharapkan berprestasi tetapi lebih suka menghabiskan waktu berjam-jam, asyik dengan novel daripada membaca buku-buku pelajaran atau mengerjakan PR dari sekolah.
Betulkah demikian? Kita tidak boleh membuat kesimpulan yang sesederhana itu. Karena banyak juga anak-anak yang suka baca novel tetapi justru tidak ketinggalan pelajaran di sekolah, bakat-bakatnya terasah di bidang lainnya, memiliki prestasi yang bagik juga. Pandangan tentang anak yang malas karena kebanyakan membaca buku cerita ini, mungkin didasari pemahaman dari orang tua yang menginginkan anaknya menjadi anak yang sukses, berprestasi. Sedangkan ukuran prestasinya adalah bagusnya nilai mata pelajaran atau nilai raport.
Persepsi inilah yang seharusnya mulai dihilangkan. Setiap anak memiliki potensi, kemampuan yang berbeda-beda. Jika anak tersebut suka membaca, baik itu buku cerita atau apapun juga, semestinya mendapat dukungan yang lebih dari orang tua. Jika masih di sekolah dasar, orang tua bertanggung jawab untuk memilih dan memilah buku yang layak dibaca sesuai dengan usia perkembangannya. Begitu juga jika anak sudah menjelang remaja, maka orang tua pun harus sering berdiskusi dan membuka diri, memberi masukan tentang bahan bacaan yang sesuai dan memiliki dampak positif untuk perkembangan anak.
Beberapa penelitian menyebutkan bahawa bacaan novel sebagai produk karya sastra juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap karakter anak. Karya sastra adalah karya kreatif yang dimaksudkan selain memberikan hiburan dan kesenangan, juga menjadi sarana penanaman nilai yaitu, sifat atau hal penting yang bermanfaat bagi umat manusia (Christianto, 2017). Karya sastra membicarakan tentang berbagai macam nilai kehidupan yang secara langsung berhubungan dengan pembentukan karakter siswa (Wulandari, 2015). Karya sastra selain dapat menanamkan nilai-nilai luhur dalam membentuk karakter pembacanya juga dapat menjadi media rekreatif yang dapat menenangkan hari seperti senang, damai, nyaman, dan tidak menjenuhkan (Sukirman, 2021).
Jika kita hubungkan dengan kondisi pendidikan saat ini, yang menjadi prioritas utama dari pendidikan anak-anak adalah pembentukan karakter yang positif untuk anak. Selain di sekolah, di keluarga anak mendapatkan penguatan nilai karakter secara langsung. Maka dengan membaca karya sastra, anak akan memperoleh pembelajaran nilai-nilai luhur untuk menguatkan karakternya secara mandiri dan menyenangkan yaitu melalui produk sastra seperti novel, cerpen, puisi yang dibacanya.
Disinilah perlu diluruskan lagi, bahwa anak yang suka membaca adalah perilaku yang positif, meskipun mereka membaca karya seperti novel dll. Tugas orang tua adalah mendorong tetapi tetap mengawasi bahan bacaan yang dibacanya. Jangan sampai mematikan semangat membangun literasi pada diri anak. Sejalan dengan itu, harus diingatkan juga agar ada penyeimbang bahwa buku-buku pelajaran juga sangat penting untuk dibaca karena dari mata pelajaran tersebut anak akan mendapatkan pengetahuan baru sebagai bekal untuk pendidikan lebih lanjut dan untuk masa depan anak itu sendiri.
Gemar membaca memang suatu kebiasaan yang positif dan perlu ditingkatkan. Tetapi ada yang lebih bagus lagi, jika anak juga diberi bekal ketrampilan untuk menulis. Bisa diawali dengan menulis diary, kemudian secara bertahap menulis cerpen, dan jika sudah mahir bisa menulis novel, menulis karya tulis ilmiah. Bahan-bahan yang telah dibaca sebelumnya akan menjadi modal utama anak untuk bisa mengekspresikan melalui untaian kalimat. Sebagaimana kata pepatah sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Awalnya hanya beberapa kalimat sederhana, lama kelamaan bisa menjelma menjadi sebuah karya tulis yang membanggakan . (Hary/17/04/2025)
Afrilia Eka Prasetyawati, M.Pd : Penulis |
Nah, Berikut adalah kiat-kiat yang dapat membantu Anda menghasilkan karya tulis fiksi yang menawan:
1. Temukan Ide Cerita yang Menarik
Langkah pertama adalah menemukan ide cerita yang menarik. Ide ini bisa datang dari mana saja, seperti pengalaman pribadi, berita, buku, film, atau bahkan mimpi. yang terpenting adalah ide tersebut membuat Anda bersemangat dan ingin terus menulisnya.
Coba tanyakan pada diri Anda pertanyaan-pertanyaan berikut untuk membantu menemukan ide:
2. Kembangkan Karakter yang Berkesan
Karakter adalah jantung dari setiap cerita fiksi. Pembaca harus dapat terhubung dengan mereka dan peduli dengan apa yang terjadi pada mereka. Luangkan waktu untuk mengembangkan karakter Anda dengan baik. Berikan mereka kepribadian, latar belakang, motivasi, dan kekurangan yang unik. Semakin realistis dan kompleks karakter Anda, semakin menarik cerita Anda bagi pembaca.
3. Buat Plot yang Menarik
Plot adalah urutan peristiwa dalam cerita Anda. Ini adalah yang membuat pembaca terus membaca dan ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Karena itu, pastikan plot Anda memiliki awal, tengah, dan akhir yang jelas. Buatlah konflik dan ketegangan untuk menarik pembaca dan buat mereka menebak apa yang akan terjadi selanjutnya. Untuk pemula, Anda bisa memulainya dengan langkah sebagai berikut:
4. Gunakan Gaya Bahasa yang Menawan
Gaya bahasa Anda adalah cara Anda menggunakan kata-kata untuk menceritakan kisah Anda. Pilihlah kata-kata yang tepat dan deskriptif untuk membuat cerita Anda menjadi hidup. Gunakan dialog yang realistis dan perhatikan bagaimana karakter Anda berbicara.
Gunakan juga majas dan gaya bahasa lainnya untuk membuat tulisan Anda lebih menarik dan berkesan.
5. Bacalah Karya Fiksi Lainnya
Salah satu cara terbaik untuk belajar menulis fiksi adalah dengan membaca karya fiksi lainnya. Perhatikan bagaimana penulis lain mengembangkan cerita, karakter, dan plot mereka. Cobalah untuk meniru gaya penulis yang Anda sukai dan terapkan dalam tulisan Anda sendiri. Meskipun demikian, ketika Anda sudah terbiasa menulis, maka suatu saat akan menemukan style tersendiri yang khas atau berbeda dengan penulis lainnya.
6. Berlatihlah Menulis Terus Menerus
Semakin banyak Anda berlatih menulis, semakin baik Anda melakukannya. Cobalah untuk menulis setiap hari, bahkan jika itu hanya beberapa paragraf. Anda juga dapat mengikuti kelas menulis atau bergabung dengan komunitas menulis online untuk mendapatkan masukan dan dukungan dari penulis lain.
Jangan terpaku pada kesempurnaan: Fokuslah untuk menyelesaikan cerita terlebih dahulu. Atur waktu menulis: Luangkan waktu khusus untuk menulis secara konsisten. Gunakan alat bantu: Gunakan software penulisan atau aplikasi catatan untuk membantu proses kreatif Anda. Untuk mengembangkan karya tulis, Anda bisa menggunakan cara yang sederhana, yaitu:
7. Jangan Takut untuk Mengedit
Menulis adalah proses yang berkelanjutan. Setelah Anda selesai menulis draf pertama Anda, luangkan waktu untuk mengeditnya dengan cermat. Bacalah ulang tulisan Anda dan carilah kesalahan tata bahasa, ejaan, dan konsistensi. Anda juga dapat meminta orang lain untuk membaca tulisan Anda dan memberikan umpan balik.
8. Bersabarlah
Menulis fiksi membutuhkan waktu dan usaha. Jangan berkecil hati jika Anda tidak langsung sukses. Teruslah berlatih dan belajar, dan pada akhirnya Anda akan menulis karya fiksi yang menawan.
9. Tips Tambahan:
Menulis fiksi bisa menjadi kegiatan yang sangat rewarding. Dengan mengikuti kiat-kiat di atas, Anda dapat meningkatkan kemampuan menulis Anda dan menghasilkan karya fiksi yang menarik dan berkesan. Semoga tulisan ini bermanfaat. (Afrilia-13/04/2025)
Menulis merupakan sebuah hobi, sama halnya dengan membaca yang menjadi kegemaranku. Buku-buku cerita fiksi maupun non fiksi yang menarik bisa saja habis dalam sekali baca. Itulah sebabnya aku terinspirasi dengan para penulis terkenal di dunia seperti JK. Rowling, Helvi Tiana Rossa, Habiburrahman El Sirazi, Andrea Hirata, Asma Nadia, dan lain-lain. Cerita yang ada dalam buku yang ditulisnya membuatku iri dan ingin menjadi seperti mereka. Karena itulah sejak kelas 1, aku sudah mulai menulis. Beruntungnya Ayah dan Bunda selalu mendukung sehingga di kelas 1 sudah bisa menerbitkan sebuah Kumpulan Puisi dan Cerpen. Hmmm.. memang sih, masih sederhana banget. kalau sekarang aku baca lagi, bisa tertawa sendirian. malu juga.. tapi bangga karena sudah bisa menghasilkan karya pada saat SD kelas 1.
Kemampuanku menulis terus aku asah dibimbing oleh orang tua dan guru. Karena sulit mendapatkan kursus atau pelatihan menulis untuk anak-anak, maka suatu saat aku pernah mengikuti pelatihan menulis yang pesertanya semua adalah orang dewasa. Pelatihan yang diadakan oleh sebuah penerbitan yang ada di Surabaya merupakan pengalaman yang menarik, karena justru aku mendapatkan masukan, saran, dan motivasi dari editor dan penulis lainnya. Dari situ aku semakin semangat menulis, dan syukurlah di kelas V awal saat pandemi Covid 19 mengganas, aku malah berhasil menyelesaikan dan menerbitkan Antologi Cerpen: Menggapai Harapan. ya... kalau jujur aku menilai buku ini hasilnya lebih bagus daripada sebelumnya. Aku juga mendapat apresiasi dari mereka yang telah membaca karyaku satu ini.
![]() |
Penulis (Shakayla) menyerahkan karyanya kepada Wakil Bupati Ponorogo Hj. Lisdyarita, SH |
Seolah menikmati dan ingin membuktikan kemampuanku dalam menulis, maka aku pun menulis lagi. Kali ini aku menulis sebuah novel. Hampir 6 bulan aku bisa menyelesaikan novel perdanaku. Tentu saja di sela-sela kegiatanku sekolah. Ya... bagiku menulis saat ini adalah hobbi yang tidak boleh mengalahkah tugas utama untuk belajar. Nah.. karena itulah orang tua selalu memberikan dukungan.
Akhirnya Bulan Nopember 2022, Novel Catatan Senja berhasil diterbtikan. Alhamdulillah semua merasa bergembira, kami sekeluarga, sekolah tempat aku belajar dan semua orang yang memiliki kepedulian dengan karya tulis. apalagi yang dihasilkan seorang anak yang masih duduk di SD. Yang paling membahagiakan adalah ketika orang-orang hebat seperti Ibu Yuli Dwi Astuti, Ketua Geliat Ponorogo Menulis (GPM), Amah Hida, seorang trainer dan konselor yang luar biasa, memberikan endorse statement pada novelku. dan tentu saja Ustadzah Wijiati Kepala SDIT Qurrota A'yun yang berkenan memberikan pengantar.
Kebanggaan dan kebahagiaan sebagai penulis adalah saat karya yang aku tulis itu dibaca banyak orang dan memberikan inspirasi kepada mereka. Apalagi Novel Catatan Senja ini juga sudah sampai di tangan Ibu Wakil Bupati Ponorogo, Bunda Hj. Lisdyarita, SH. Karya-karya yang aku tulis juga sudah menemui pembaca hebat lainnya yaitu kepala Dinas Pendidikan Ponorogo, Bapak komandan Kodim Ponorogo, Ustadzah Vida Rabiah Al Adawiyah, seorang penulis yang hebat dari Solo.
![]() |
Penulis bersama Kepala Dinas Kab. Ponorogo |
![]() |
Penulis bersama Kepala SDIT Qurrota A'yun Ustadzah Wijiati |
Semoga aku bisa menghasilkan karya-karya lainnya di masa depan. terima kasih aku ucapkan kepada semua yang telah membantu. terutama CV Pustaka EL Queena yang telah menerbitkan beberapa karyaku, kepada orang tua dan semua keluarga besar, kepada para guru yang telah membimbingku semoga Allah SWT memberikan balasan terbaik untuk semua kebaikan yang diberikan kepadaku.
inspirasipendidikan.com_ Sahabat inspirasi pendidikan, Rabu 09 April 2025 adalah hari pertama masuk sekolah bagi siswa siswi pendidikan dasar dan menengah bahkan beberapa perguruan tinggi setelah kurang lebih dua minggu libur panjang dan cuti bersama dalam rangka idul Fitri 1446 H/ 2025 dan Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu. Nah.. apa saja yang harus dilakukan oleh guru dan siswa untuk persiapan kembali sekolah? Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan bagi guru dan siswa.
TIPS BAGI PESERTA DIDIK:
1. Mulai dengan Pola Tidur yang Teratur
Setelah libur panjang, pola tidur sering jadi berantakan. Mulailah tidur dan bangun lebih awal beberapa hari sebelum sekolah dimulai agar tubuh tidak kaget saat kembali ke rutinitas.
2. Tentukan Tujuan Baru
Buat target kecil untuk semester ini, misalnya: Nilai meningkat di mata pelajaran tertentu, Lebih aktif di kelas, Rajin mencatat atau mengerjakan PR tepat waktu, Tujuan bisa memotivasi kamu untuk semangat menjalani hari.
3. Persiapkan Perlengkapan Sekolah
Merapikan buku, alat tulis, dan seragam bisa menumbuhkan semangat baru. Kalau ada kesempatan, beli satu atau dua barang baru—kadang semangat datang dari hal-hal kecil seperti pulpen warna favorit atau buku catatan baru!
4. Ingat Teman dan Momen Seru di Sekolah
Kangen main atau ngobrol sama teman? Ingat bahwa sekolah bukan cuma belajar, tapi juga tempat berbagi cerita, tertawa, dan bertumbuh bareng.
5. Buat Rutinitas Pagi yang Menyenangkan
Mulai hari dengan hal-hal yang disukai: dengar lagu favorit, sarapan enak, atau baca sesuatu yang ringan sebelum berangkat sekolah.
6. Berpikir Positif
Alih-alih fokus ke hal-hal berat seperti ujian atau tugas, coba pikirkan sekolah sebagai tempat untuk belajar hal baru yang seru dan memperbaiki diri.
7. Ajak Teman untuk Saling Menyemangati
Bikin grup kecil dengan teman-teman untuk saling support. Bisa jadi tempat curhat, tukar catatan, atau sekadar saling mengingatkan buat semangat sekolah.
TIPS BAGI PARA GURU: